Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Minggu, 04 Desember 2016

Memahami Penyebab Kelebihan Berat Badan



                        Penyebab kelebihan berat badan yaitu :

1.        UMUR :

            Sejalan bertambahnya usia, tubuh memetabolisme makanan lebih perlahan, sehingga pengeluaran kalori juga rendah.

2.        GENDER :

            Wanita tampaknya cenderung lebih mudah kelebihan berat badan atau obesitas daripada pria.

3.        GENETIKA :

            Obesitas bisa terjadi karena faktor keturunan atau keluarga, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Orang-orang yang mengalami emosi negatif seperti kebosanan, kesedihan, atau kemarahan cenderung makan secara berlebihan, dengan demikian akan meningkatkan risiko menjadi gemuk.

4.        PENYAKIT :

            Pada kondisi tertentu seperti hipotiroidisme, depresi, dan beberapa penyakit otak  bisa membuat orang makan berlebihan.

5.        OBAT :

            Steroid dan beberapa anti-depresi bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan.
Pada akhirnya, jika Anda ingin berhasil mengatasi dan mengobatimasalah kelebihan berat badan, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab terjadinya obesitas itu. Setelah Anda pastikan penyebabnya, maka Anda dapat mengambil tindakan yang paling cocok untuk menormalkan berat badan Anda.
Salah satu anjuran sederhana dari para ahli adalah, lakukan aktifitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari, makan makanan yang seimbang dan rendah lemak, serta diet rendah karbohidrat. Itu adalah cara termudah dan termurah untuk menurunkan berat badan dengan cepat tapi efektif.

Bermain Kasti






 








A.    Pengertian Permainan Kasti
            Kasti merupakan salah satu jenis permainan bola kecil beregu. Kasti merupakan bentuk permainan tradisional yang mengutamakan beberapa unsur kekompakan, ketangkasan dan kegembiraan.
            Permainan ini biasa dilakukan di lapangan terbuka, pada anak-anak usia sekolah dasar, permainan ini bisa melatih kedisiplinan diri serta memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antar teman. Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut memiliki beberapa keterampilan yaitu memukul, melempar, dan menangkap bola serta kemampuan lari. Kasti dimainkan oleh 2 regu, yaitu regu pemukuldan regu penjaga. Permainan kasti sangat mengandalkan kerjasama pemain dalam satu regu.
B.     Teknik Dasar Permainan Kasti
            Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut menguasai teknik dasar bermain kasti. Adapun teknik dasar permainan kasti ada 3, yaitu teknik melempar, menangkap, dan memukul bola.
C.     Teknik Melempar Bola
     Cara melakukan:
·           Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan
·           Posisi badan membungkuk
·           Ayunan lengan belakang ke depan melalui bawah
·           Bola dilempar menyusur tanah ke sasaran
            Melempar Bola Mendatar
·           Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh
·           Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas
·           Bola dilempar mendatar setinggi dada ke arah sasaran
            Melempar Bola Melambung
·           Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh
·           Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas
·           Melempar dengan tangan terkuat. Apabila melempar dengan tangan kanan, maka kaki kiri berada di depan, begitu sebaliknya.
·           Bola dilempar melambung diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki k;belakang ke depan.
·           Pandangan mata ke arah sasaran lemparan
            Melempar Bola Memantul Tanah
·           Posisi kaki ditekuk dan badan condong ke depan
·           Ayunan lengan ke arah depan bawah
·           Bola dilempar memantul tanah ke sasaran
D.    Teknik Menangkap Bola
            Teknik menangkap bola kasti ada 4 macam, yaitu:
·           Menangkap Bola Mendatar
·           Menangkap Bola Melambung
·           Menangkap Bola Menyusur Tanah
·           Menangkap Bola Memantul Tanah
            Cara melakukan 4 teknik ini pada dasarnya sama, yaitu
·           Pandangan mata tertuju pada arah datangnya bola
·           Menangkap dengan kedua tangan dengan kedua telapak tangan dibuka membentuk setengah bola
·           Saat perkenaan bola pertama dengan telapak tangan, diikuti sedikit tarikan tangan ke belakang.
            Teknik Melambungkan Bola
·           Berdiri tegak. Jika melempar dengan tangan kanan, maka kaki kanan berada di depan
·           Bola dipegang dengan tangan kanan di depan paha kanan
·           Badan condong ke depan
·           Putar lengan kanan (yang memegang bola) ke belakang 360°
·           Langkahkan kaki kiri ke depan, ayunkan lengan ke depan dan lepaskan bola saat berada di samping paha kanan disertai lecutan pergelangan tangan
            Teknik Memukul Bola
·           Pegang alat pemukul di bagian yang lebih kecil dengan satu tangan
·           Berdiri menyamping sehingga pelambung berada di samping kiri pemukul
·           Kedua kaki dibuka selebar bahu
·           Letakkan alat pemukul di atas bahu sebelah kanan dengan siku tangan yang memegang alat pemukul ditekuk
·           Pandangan ke arah pelambung dan datangnya bola
·           Ayunkan alat pemukul dengan meluruskan siku disertai lecutan pergelangan tangan saat bola dalam jangkauan pukulan
·           Diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan
            Adapun beberapa teknik memukul bola adalah sebagai berikut ini:
·           Memukul Bola Mendatar
·           Memukul Bola Melambung
·           Memukul Bola Memantul Tanah
E.     Peraturan Permainan Kasti
            Lapangan Permainan Kasti. Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran:
·           Panjang: 60 – 70 meter
·           Lebar: 30 meter
·           Ruang hinggap: 3
·           Ruang bebas: 1
            Peralatan Permainan Kasti
·           Pemukul: terbuat dari kayu
·           Bola Kasti: terbuat dari karet
            Peraturan Permainan Kasti
·           Jumlah Pemain. Jumlah pemain kasti tiap regu adalah 12 orang, dengan salah satu pemain bertindak sebagai kapten. Setiap pemain wajib mengenakan nomor dada dari 1 sampai 2.
            Waktu Permainan.
·           Waktu permainan dilakukan dalam 2 babak. Tiap-tiap babak 20 – 30 menit. Diantara tiap babak diberikan istirahat 15 menit.
·           Wasit. Pertandingan kasti dipimpin oleh seorang wasit dibantu 3 orang penjaga garis dan 1 orang pencatat waktu.
            Regu Pemukul
·           Setiap pemain berhak memukul satu kali, kecuali pemain terakhir berhak memukul sampai 3 kali.
·           Sesedah memukul, alat pemukul harus diletakkan di dalam ruang pemukul. Apabila alat pemukul diletakkan di luar, maka pemain tersebut tidak mendapatkan nilai, kecuali jika ia segera meletakkannya di dalam ruang pemukul.
·           Pukulan dinyatakan benar apabila bola yang dipukul melampaui garis pukul, tidak jatuh di ruang bebas, dan tidak mengenai tangan pemukul.
            Regu penjaga
·           Mematikan lawan dengan cara melemparkan bola ke pemukul atau menangkap langsung bola yang dipukul melambung oleh regu pemukul.
·           Membakar ruang bebas dengan cara menempati ruang bebas jika kosong.
            Pelambung bertugas:
·           Melambungkan bola sesuai permintaan pemukul
·           Jika bola yang dilambungkan oleh pelambung tidak sesuai dengan permintaan pemukul, maka pemukul boleh untuk tidak memukulnya. Jika ini terjadi sampai 3 kali berturut-turut maka pemukul dapat berlari bebas ke tiang pemberhentian pertama.
            Pergantian Tempat
·           Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi apabila:
·           Salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola
·           Bola pukulan regu pemukul ditangkap langsung oleh regu penjaga sebanyak 3 kali berturut-turut.
·           Alat pemukul lepas ketika memukul
            Cara Mendapatkan Nilai
·           Pemain berhasil memukul bola, kemudian lari ke pemberhentian I, II, III, dan ruang bebas secara bertahap, mendapat nilai 1.
·           Pemain berhasil berlari melewati tiang-tiang pemberhentian dan kembali ke ruang bebas atas pukulannya sendiri, mendapat nilai 2.
·           Regu penjaga menangkap langsung bola lambung yang dipukul oleh regu pemukul, mendapat nilai 1.
·           Regu yang mendapatkan nilai paling banyak dinyatakan sebagai pemenang.
            Cara Bermain Kasti
·           Setelah menguasai beberapa teknik dasar permainan kasti dan memahami peraturan permainannya, selanjutnya adalah mempraktikkan bagaimana cara bermain kasti dengan benar. Dalam bermain kasti dibutuhkan kerjasama tim dan rasa tanggung jawab. Selain itu yang paling penting adalah sikap untuk selalu menjaga sportifitas.
·           Sebelum memulai bermain kasti, hendaknya ditentukan dulu dua regu yang akan bermain. Tiap-tiap regu berjumlah 12 pemain. Bagi siswa yang belum mendapatkan giliran bermain, hendaknya melihat di sisi lapangan sambil mempelajari kejadian-kejadian di lapangan.

Menyebutkan penyebab cedara

         Faktor penyebab cedara terbagi atas 2 yaitu :
A. Faktor Internal
Penyebab timbulnya cedera saat berolahraga dapat di bagi menjadi dua faktor. pertama adalah faktor internal yaitu yang berasal dari individu itu sendiri, dan faktor eksternal yaitu yang berasal dari luar individu itu.
1. Kurang Pemanasan (Warming up) atau Peregangan (Stretching): Pemanasan bertujuan agar suhu badan meningkat dan tubuh siap untuk dibebani dengan gerakan-gerakan olahraga. Stretching atau peregangan bertujuan untuk melemaskan anggota tubuh, sehingga pada saat memasuki olahraga yang sesungguhnya otot dan persendian sudah lentur.
2. Faktor Individu : Ini berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang. Kemampuan motorik gerak seseorang dapat mengurangi resiko timbulnya cedera. Semakin bagus kemampuan motorik seseorang, maka dapat meminimalisir timbulnya cedera seseorang.
3. Faktor Usia: Semakin banyak usia seseorang maka harus lebih berhati-hati dalam melakukan olahraga. Melakukan olahraga yang terlalu memforsir tenaga dapat menyebabkan timbulnya cedera. Misalnya saja lari, karena ingin menyaingi yang masih muda maka dia memforsir tenaganya dan tiba-tiba kaki merasa ngilu karena rhematiknya kambuh atau bahkan bisa keseleo.
4. Teknik Latihan : Adalah bagaimana melakukan latihan dengan gerakan-gerakan yang benar. Bila teknik latihan dilakukan secara benar maka akan mengurangi resiko cedera.  Misalnya seorang pemain bulu tangkis melakukan smash dengan meloncat dan turun dengan posisi pergelangan kaki menekuk akan mengakibatkan cedera pada kaki.
5. Pengalaman : Pengalaman ada hubungannya dengan mental atau psikologis seseorang. Seorang atlet yang berpengalaman maka tidak akan merasa grogi atau canggung saat melakukan pertandingan. Ini berpengaruh pada keteraturan gerak tubuhnya. Gerakan tubuh yang rapi dan terkoordinasi dengan baik dapat mengurangi resiko cedera.
6. Padatnya Jadwal Latihan. Ini juga dapat menyebabkan resiko timbulnya cedera. Biasanya menjelang akan pertandingan, Jadwal pertandingan akan ditingkatkan. Jeda istirahat yang terlalu singkat dapat menyebabkan timbulnya resiko cedera.
7. Intensitas Latihan Yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan timbulnya cedera.
8. Tikatan Stress. Tikatan stress yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya cedera. contohnya putus cinta, pindah ke kota baru, menikah atau perubahan status ekonomi. Secara keseluruhan bukti-bukti menunjkan bahwa atlet dengan pengalaman tekanan hidup yang lebih tinggi lebih sering cidera dibandingkan atlet dengan tekanan hidup yang lebih rendah. Sebaiknya para instruktur profesional sebaiknya memahami perubahan ini, secara hati-hati memonitor dan memberikan pelatihan hidup secara psikologis.
9. Keseimbangan nutrisi : Bila seorang atlet memiliki keseimbangan nutrisi yang baik maka lebih kecil kemungkinan mendapatkan cedera, Seorang atlet yang kurang nutrisi gizinya akan lebih beresiko cedera karena gerakannya loyo.
B. Faktor Eksternal
1. Alat dan fasilitas olahraga yang kurang memadai. Misalnya kondisi lapangan yang licin dan tidak rata akan lebih mudah mengakibatkan cedera. Peralatan : peralatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga akan menghindari terjadinya cedera.
2. Kondisi lingkungan : Misalnya bila kondisi penerangan kurang terang dalam permainan bulu tangkis akan mengakibatkan salah dalam melakukan gerakan dan akibatnya bisa keseleo atau terpeleset jatuh.
3. Penonton : Fanatisme penonton juga dapat menyebabkan timbulnya cedera. Misalnya saat dalam pertandingan sepak bola terjadi tendangan bebas dekat gawang, karena ulah penonton bisa saja kiper salah gerakan dan menabrak tiang gol.
4. Wasit yang kurang tegas dalam memimpin pertandingan  dan kurang memahami peraturan terutama pertandingan yang memerlukan kontak fisik akan dapat mengakibatkan atletnya cedera. Misalnya dalam pertandingan sepak bola.

Menyebutkan alat musik ansambel

A. Pengertian Musik Ansambel
Kata ansambel berasal dari bahasa Perancis. Ansambel berarti suatu rombongan musik. Sedangkan pengertian ansambel menurut kamus musik, ansambel adalah kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya. Jadi, musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu serta memainkan lagu-lagu dengan aransemen sederhana.
B. Pengelompokan music ansambel
Berdasarkan penyajiannya, musik ansambel dikelompokan menjadi dua:
1. Musik ansambel sejenis, yaitu bentuk penyajian music ansambel yang menggunakan alat-alat music sejenis. Contoh : ansambel rekorder.
2. Musik ansambel campuran, yaitu bentuk penyajian music ansambel yang menggunakan beberapa jenis alat music atau bermacam-macam jenis alat music. Contohnya ansambel pianika, gitar, rekorder, triangle, tamborin, dan simbal.
Berdasarkan peranan dan fungsi alat-alat musik yang digunakan, music ansambel dikelompokan menjadi 3 macam:
1. Ansambel melodis, yaitu alat music yang digunakan berfungsi untuk memainkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi lagu. Contohnya piano, rekorder, pianika, biola, terompet, dan harmonica.
2. Ansambel ritmis, yaitu alat music yang digunakan berfungsi untuk mengatur irama sebuah lagu. Contohnya tamborin, drum set, triangle, gong, dan gendang.
3. Ansambel harmonis, yaitu alat music yang digunakan bisa berfungsi untuk memainkan melodi lagu dan juga mengatur irama lagu.

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver