Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Rabu, 26 Oktober 2016

SK dan KD IPS Kelas I sampai VI



Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
Identitas diri dan keluarga
1.      Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga
1.1 mengidentifikasi identitas diri, keluarga, dan kerabat
1.2 menceritakan pengalaman diri
1.3 menceritakan kasih sayang antar anggota keluarga
1.4 menunjukkan sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga
K.D.1.1-identitas diri
 -Identitas keluarga
 -Identitas kerabat
1.2 -pengalaman diri
1.3 -kasih sayang antar anggota
1.4 -sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga

Kelas I semester 1

Kelas I semester 2
Standar kompetensi
                  Kompetensi Dasar
Materi
2.      Mendeskripsikan lingkungan rumah
2.1 menceritakan kembali peristiwa penting yang di alami sendiri di lingkungan keluarga
2.2 mendeskripsikan letak rumah
2.3 menjelaskan lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga
K.D.2.1-peristiwa penting yang di alami sendiri
-Peristiwa penting yang di alami di lingkungan keluarga
 2.2-letak rumah
  2.3-lingkungan rumah sehat
-Perilaku dalam menjaga rumah sehat

Kelas II Semester 1
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
1.      Memahami peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis
1.1 memelihara dokumen dan koleksi benda berharga miliknya
1.2 memanfaatkan dokumen dan benda penting keluarga sebagai sumber cerita
1.3 menceritakan peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis
K.D.1.1-memelihara dokumen
 -Koleksi benda berharga miliknya
 1.2-memanfaatkan dokumen
 -Benda penting keluarga sebagai sumber cerita
 1.3-peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis




Kelas II Semester 2
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
2.      Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga
2.1 mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarganya
2.2 menceritakan pengalamannya dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga
K.D.2.1-kedudukan anggota keluarganya
  -Peran anggota keluarganya
 2.2-pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga

Kelas III Semester 1
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
1.      Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah dan sekolah
1.1 menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah
1.2 memelihara lingkungan alam dan buatan disekitar rumah
1.3 membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah
K.D.1.1-lingkungan alam dan buatan disekitar rumah
 -Lingkungan alam dan buatan disekitar sekolah
 1.2-menjaga lingkungan alam dan buatan disekitar rumah
1.3-membuat denah dan peta di lingkungan rumah
-Membuat denah dan peta di lingkungan sekolah

Kelas III Semester 2
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
2. memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang
2.1 mengenal jenis-jenis pekerjaan
2.2 memahami pentingnya semangat kerja
2.3 memahami kegiatan jual beli dilingkungan rumah dan sekolah
K.D.2.1-jenis-jenis pekerjaan
2.2-pentingnya semangat kerja
2.3-kegiatan jual beli dilingkungan rumah
-Kegiatan jual beli dilingkungan sekolah




Kelas IV Semester 1
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
1.      Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa dilingkungan kabupaten atau kota dan provinsi
1.1 membaca peta lingkungan setempat (kabupaten, provinsi) dengan menggunakan skala sederhana
1.2 mendeskripsikan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat
1.3 menunjukkan sejenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat
1.4 menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat
1.5 menghargai berbagai peninggalan sejarah dilingkungan setempat dan menjaga kelestariannya
1.6 meneladani kepahlawanan dan patriotisme tokoh-tokoh dilingkungannya
K.D.1.1-mengenal peta lingkungan setempat
-Menggunakan skala sederhana
1.2-jenis dan persebaran sumber daya alam
-pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat
1.3-jenis persebaran sumber daya alam
-Pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat
1.4-keragaman suku bangsa dan budaya setempat
1.5-berbagai peninggalan sejarah dilingkungan setempat
-menjaga kelestarian peninggalan sejarah dilingkungannya
1.6-meneladani kepahlawanan
-patriotisme tokoh-tokoh dilingkungannya

Kelas IV Semester 2
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
2.      Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
2.1 mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya
2.2 mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
2.3 mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya
2.4 mengenal permasalahan sosial didaerahnya
K.D.2.1-cara aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam
-Potensi lain di daerahnya
2.2-cara pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
2.3-cara perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi
-Serta pengalaman dan cara penggunaannya
2.4-cara permasalahan sosial di daerahnya

Kelas V Semester 1
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
1.      Mengahargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa hindu-budha dan islam, keragaman kenampakkan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia
1.1 mengenal makna peninggalan-peninggalan sejarah yang berskala nasional dari masa hindu-budha dan islam di Indonesia
1.2 menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa hindu-budha dan islam di Indonesia
1.3 mengenal keragaman kenampakkan alam dan buatan serta pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta dan media lainnya
1.4 menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia
1.5 mengenal jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia
K.D.1.1-cara peninggalan sejarah yang berskala nasional dari masa hindhu-budha dan islam di indonesia
1.2-tokoh sejarah pada masa hindu-budha dan islam di indonesia
1.3-cara keragaman kenampakkan alam
-buatan serta pembagian wilayah waktu di indonesia dengan menggunakan peta dan media
1.4-keragaman suku bangsa dan budaya di indonesia
1.5-jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di indonesia

Kelas V Semester 2
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
2.      Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
2.1 mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan belanda dan jepang
2.2 menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
2.3 menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan
2.4 menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan
K.D.2.1-perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan belanda dan jepang
2.2-jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan indonesia
2.3-jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan
2.4-perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan


Kelas VI Semester 1
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
1.      Memahami perkembangan wilayan Indonesia, kenampakkan alam dan keaadaan sosial negara-negara di Asia Tengara serta benua-benua
1.1 mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia
1.2 membandingkan kenampakkan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga
1.3 mengidentifikasi benua-benua
K.D.1.1-perkembangan sistem administrasi wilayah indonesia
1.2-bandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial negara tetangga
1.3-identifikasi benua-benua

Kelas VI Semester 2
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
2.      Memahami gejala alam yang terjaid di Indonesia dan sekitarnya
2.1 mendeskripsikan gejala alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga
2.2. mengenal cara-cara menghadapi bencana alam
K.D.2.1-deskripsikan gejala alam yang terjadi di indonesia dan negara tetangga
2.2-cara menghadapi bencana alam
3.      Memahami peranan bangsa Indonesia di era global
3.1 menjelaskan peranan Indonesia pada era global dan dampak positif serta negatif nya terhadap kehidupan bangsa Indonesia
3.2 mengenal manfaat ekspor dan impor di Indonesia sebagai kegiatan ekonomi antar bangsa
K.D.3.1-peranan indonesia pada era global
-dampak positif serta negatifnya terhadap kehidupan bangsa indonesia
3.2-manfaat ekspor dan impor di indonesia sebagai kegiatan ekonomi antar bangsa

Teori Perkembangan Kepribadian Anak Usia Sekolah



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penulisan
Perubahan esensial yang terjadi dalam kehidupan seorang anak usia SD adalah semakin meluasnya lingkungan pergaulan. Perubahan ini mendorong anak untuk memperluas lingkup interaksi sosialnya yang berkaitan juga dengan perkembangan pribadi anak tersebut. Untuk dapat memahami perkembangan sosial dan kepribadian anak secara lebih mendalam maka harus mengetahui tentang perkembangan emosi dan sosial, perkembangan identitas diri, serta perkembangan moral anak. Yang akan mendukung suasana lingkungan yang kondusif bagi perkembangan sosial dan pribadi anak.
Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. Gejala pertama perilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap stimulasi yang kuat. Keterangsangan yang berlebih-lebihan ini tercermin dalam aktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, pada saat bayi lahir, bayi tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dapat dinyatakan sebagai keadaan emosional yang spesifik.

B.     Rumusan Masalah
1.    Bagaimana menguraikan teori perkembangan kepribadian anak usia sekolah menurut Freud
2.    Bagaimana mendiskusikan faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian

C.     Tujuan Penulisan
1.    Mengatahui menguraikan teori perkembangan kepribadian anak usia sekolah menurut Freud
2.    Mengatahui mendiskusikan faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Menguraikan Teori Perkembangan Kepribadian Anak Usia Sekolah Menurut Freud
Kepribadian merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia sebagai individu. Hal ini disebabkan karena kepribadian seseorang terkadang menentukan posisi dan kedudukannya di masyarakat. Berkenaan dengan hal tersebut Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik yang berlainan itu menyebabkan sikap dan sifat-sifat yang berbeda-beda pula. Namun, dalam uraian ini pembahasan akan terfokus kepada seperti apa pemikiran Freud mengenai kepribadian dan perkembangan kepribadian itu sendiri. Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pelopor teori psikodinamika.
Teori yang dikemukakan Freud berfokus pada masalah alam bawah sadar, sebagai salah satu aspek kepribadian seseorang. Penekanan Freud pada alam bawah sadar berasal dari hasil pelacakannya terhadap pengalaman-pengalaman pribadi para pasiennya, di mana ditemukan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi kehidupan pasien di masa-masa selanjutnya. Impresinya terhadap pentingnya periode awal kehidupan manusia, yang informasinya kemudian tertanam dalam alam bawah sadar, meyakinkannya bahwa informasi dalam alam bawah sadar itu sangat penting, karena dari situlah muncul berbagai gangguan emosi.
Teori psikodinamika yang berarti “jiwa yang aktif”, juga disebut oleh banyak orang sebagai teori psikoanalisis.[4] Pemikiran Freud terhadap hal yang demikian itu sebagaimana disebutkan di atas lebih dikarenakan pengalaman pribadinya dan para pasiennya. Demikian juga dengan teori kepribadian dan psikoseksualnya, yang berkembang karena pengalaman masa kecil dan berdampak pada masa selanjutnya. Adapun makna perkembangan kepribadian menurut Freud adalah “Belajar tentang cara-cara baru untuk mereduksi ketegangan (tension reduction) dan memperoleh kepuasan”. Ketegangan itu terjadi bersumber kepada empat aspek yaitu:
1.    Pertumbuhan fisik. Seperti peristiwa menstruasi dan mimpi pertama dapat menimbulkan aspek psikologis dan juga ada tuntutan baru dari lingkungan (seperti dalam berpakaian dan bertingkah laku).
2.    Frustrasi. Orang yang tidak pernah frustasi tidak akan berkembang. Jika anak dimanja (over protection) tidak akan berkembang rasa tanggung jawab dan kemandiriannya.
3.    Konflik. Ini terjadi antara id, ego dan superego. Apabila individu dapat mengatasi setiap konflik yang terjadi di antara ketiga komponen kepribadian tersebut, maka dia akan mengalami perkembangan yang sehat.
4.    Ancaman. Lingkungan, di samping dapat memberikan kepuasan kepada kebutuhan atau dorongan instink individu, juga merupakan sumber ancaman baginya yang dapat menimbulkan ketegangan. Apabila individu dapat mengatasi ancaman yang dihadapinya, makan dia akan mengalami perkembangan yang diharapkan.
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan kepribadian menurut Freud adalah kematangan. Kematangan menurutnya adalah pengaruh asli dari dalam diri. Sedangkan ketegangan dapat timbul karena empat aspek di atas dan upaya mengatasi ketegangan ini dilakukan individu dengan identifikasi, sublimasi dan mekanisme pertahanan ego. Perkembangan kepribadian berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual yaitu tahapan periode perkembangan seksual yang sangat mempengaruhi kepribadian masa dewasa. Freud berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia sebagian besar ditentukan oleh perkembangan seksualitasnya. Keeratan antara seks dengan kepribadian ini dikemukakan juga oleh Masters dan Johnson yang mengatakan bahwa seksualitas adalah dimensi dan pernyataan dari kepribadian.
Menurut model perkembangan Freud, di antara kelahiran dan usia 5 tahun (usia balita), anak mengalami tiga tahap perkembangan yaitu oral, anal dan phallik. Ketiga tahap ini disebut juga masa pragenital. Setelah usia 5 tahun tahap laten dan genital (sudah muncul dorongan seksual). Jadi, makna perkembangan kepribadian menurut Freud adalah belajarnya individu dalam setiap tahap perkembangannya dalam mengatasi kematangan dan ketegangan yang dialaminya. Adapun tahapan perkembangan menurut Freud disebut tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual Freud.

B.     Mendiskusikan Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian
Ada beberapa factor penting yang mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar meliputi : Social, Ekonomi, dan lingkungan ( lingkungan keluarga dan masyarakat ) sedangkan factor dalam seperti : factor Genetika ( keturunan ), biologis ( factor ini berubah-ubah sesuai perkembangan fisik, intelektual, emosional dan moral ).
1.    Faktor luar ( Sosial , Ekonomi, lingkungan : keluarga / masyarakat ) Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan kata lain ada ketergantungan antara sesame manusia (sebagai mahluk sosial). Hubungan antar pribadi (Social process) berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian individu. Dalam berhubungan ( interaksi ) dengan orang lain, seseorang akan menyesuaikan kepribadian yang ditampilkan terhadap orang yang diajak berinteraksi. Seperti contohnya Hubungan antara guru dengan siswa, Pimpinan dengan bawahannya, Orang tua dan anak, penjual dengan pembeli, dll. Hal lain yang mempengaruhi kepribadian seseorang dalam konteks sosial adalah persaingan (kompetisi). Jika ada persaingan antar individu, maka kepribadian seseorang akan menjadi lebih aktif, termotivasi dan cenderung agresif. Demikian pula halnya jika dalam berinteraksi antar individu terjadi suatu konflik (permusuhan) maka hal ini akan berpengaruh pada kepribadian seseorang, misalnya akan menimbulkan sikap arrogansi dan berusaha menjatuhkan lawan konfliknya.
Faktor lain yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah factor ekonomi. Seseorang yang memiliki kemapanan ekonomi akan cenderung bersikap konsumtif dan mengikuti perkembangan mode ( style / trends ).. Ditinjau dari sudut positif, kepribadian seseorang akan berubah menjadi dermawan apabila dia memiliki ekonomi yang mapan ( kaya ).Namun demikian, ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa kepribadian seseorang tidak dipengaruhi oleh factor ekonomi, karena merupakan sifat bawaan ( watak / karakter ).. Di pihak lain, seseorang yang memiliki status ekonomi rendah ( miskin ) cenderung merasa inferior ( rendah diri ) dan selektif dalam mengatur pengeluaran keuangan ( hemat ).
Faktor selanjutnya adalah factor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Kepribadian seseorang sangat di pengaruhi oleh factor lingkungan. Seperti misalnya pada lingkungan keluarga, seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menerapkan pola disiplin tinggi dan mandiri, maka anak tersebut akan menjadi pribadi yang mandiri dan berdisiplin. Demikian pula halnya pada lingkungan masyarakat, seseorang yang berada dalam lingkungan tertentu akan terpengaruh dengan keadaan lingkungan tersebut. Contohnya, Pada masyarakat perkotaan, terutama yang tinggal di perumahan real-estate, kepribadian seseorang cenderung bersifat individualistis dan kompetitif (dalam gaya hidup). Sebaliknya, seseorang yang hidup di lingkungan masyarakat pedesaan akan cenderung mengedepankan sikap saling tolong menolong ( gotong-royong ) dan kekeluargaaan. Disamping itu, persaingan antar pribadi tidak terlalu menonjol khususnya dalam hal life style (gaya hidup).
Faktor Dalam (Genetika / keturunan, biologis : perkembangan fisik, intelektual, emosional dan moral) Faktor keturunan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Seperti contohnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah “ like father like son “ atau “ like mother like daughter “ ( anak bersifat seperti orangtuanya ). Seorang anak cenderung menurunkan bakat dan sifat dari orang tuanya. Pepatah yang sering kita dengar di Indonesia : “ buah jatuh tidak jauh dari pohonnya “. Hal ini membuktikan bahwa sikap atau kepribadian seseorang dipengaruhi oleh factor keturunan ( genetika )
Faktor lain yang sering mempengaruhi kepribadian seseorang dalam jangka waktu tertentu sesuai tahap perkembangan adalah factor biologis. Hal ini meliputi perkembangan fisik, intelektual , emosional dan moral seseorang. Pada perkembangan fisik seseorang terdapat beberapa fase/ tahapan perkembangan yaitu ; fase balita, fase anak-anak, fase remaja, fase dewasa. Dalam setiap fase perkembangan fisik akan mempengaruhi perkembangan kepribadian, emosional, intelektual dan moral seseorang. Seperti contohnya pada saat seseorang mengalami fase pubertas (remaja ), fase ini ditandai dengan dorongan sex dan agresivitas, kesadaran dan perhatian terhadap lawan jenis. Fase ini membawa perubahan secara berchemis dan physiologis organisme. Perkembangan system hormone memunculkan tanda-tanda sekunder pada organisme ( kumis untuk pria, buah dada pada wanita ). Masa puber dirasakan sebagai masa komplitnya instink sexual ( Freud ). Demikian pula halnya dengan perkembangan fase-fase yang lainnya, semuanya memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Jadi, makna perkembangan kepribadian menurut Freud adalah belajarnya individu dalam setiap tahap perkembangannya dalam mengatasi kematangan dan ketegangan yang dialaminya. Adapun tahapan perkembangan menurut Freud disebut tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual Freud.
Dalam setiap fase perkembangan fisik akan mempengaruhi perkembangan kepribadian, emosional, intelektual dan moral seseorang. Seperti contohnya pada saat seseorang mengalami fase pubertas (remaja ), fase ini ditandai dengan dorongan sex dan agresivitas, kesadaran dan perhatian terhadap lawan jenis. Fase ini membawa perubahan secara berchemis dan physiologis organisme. Perkembangan system hormone memunculkan tanda-tanda sekunder pada organisme ( kumis untuk pria, buah dada pada wanita ). Masa puber dirasakan sebagai masa komplitnya instink sexual ( Freud ). Demikian pula halnya dengan perkembangan fase-fase yang lainnya, semuanya memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang
B.     Saran
Penulis menyadari jika makalah ini masih jauh dari sempurna. Kesalahan ejaan, metodologi penulisan dan pemilihan kata serta cakupan masalah yang masih kurang adalah diantara kekurangan dalam makalah ini. Karena itu saran dan kritik membangun sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan makalah ini.



Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-kanak



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Penulisan
Seorang individu dapat dikatakan normal atau bahagia apabila ia dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan tepat waktu. Apabila individu tersebut tidak dapat atau mengalami hambatan dalaam menyelesaikan tugas perkembangannya, maka individu tersebut akan mengalami gangguan atau ketidakbahagiaan baik dalam aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, maupun spiritualnya.
Dari seluruh fase yang terjadi selama rentang kehidupan, salah satu fase yang memegang pernah penting dalam perkembangan seorang individu adalah masa bayi. masa bayi  disebut sebagai salah satu fase terpenting karna selama masa ini seorang individu mulai belajar mulai memahami berbagai macam hal – hal pengalaman baru tentang dirinya. Banyak macam tugas perkembangan yang harus diselesaikan seorang individu padaa masa ini. Sekalipun demikian, masa ini bukanlah suatu masa berbahaya bagi perkembangan individu.
Dibalik semuanya itu, ada tuntunan tersendiri yang wajib dicapai seorang individu setelah melalui fase ini, yaitu menjadi individu yang mandiri. Untuk dapat mencapainya, para orang tua terlebih dahulu harus harus memahami apa saja tugas – tugas perkembangan bagi si bayi dan yang harus ibu lakukan agar bayi nya dapat memenuhi tugas – tugas tersebut.
Terdorong akan rasa keingin tahuan serta kenyataan seperti yang tersut di atas itulah yang membuat penulis memilih topik mengenai perkembangan masa bayi sebagai bahan kajian dalam pembuatan makalah kali ini. Selanjutnya, hasil pengkajian tersebut, penulis uraikan dalam makalah berjudul “perkembangan masa bayi”




B.     Rumusan Masalah
1.    Menguraikan konsep tugas perkembangan
2.    Mengklasifikasikan tugas – tugas perkembangan masa bayi dan kanak – kanak

C.    Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui mengenai masa bayi
2.    Untuk mengetahui ciri – ciri dari masa bayi
3.    Untuk mengetahui tugasa – tugas perkembangan yang harus di penuhi individu selama masa bayi
4.    Untuk mengetahui bahaya – bahaya selama perkembangan masa bayi




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Menguraikan konsep tugas perkembangan
Perkembangan mencakup seluruh aspek kepribadian, dan satu aspek dengan yang lainnya saling berinteraksi. Sebagian besar dari perkembangan aspek – aspek kepribadian itu terjadi melalui proses belajar, baik proses belajar yang sederhana dan mudah maupun yang kompleks dan sukar. Suatu proses perkembangan yang bersifat alami, yaitu yang berupa kematangan, berintegrasi dengan proses penyesuaian diri dengan tuntutan dan tantangan dari luar, tetapi keduanya masih dipengaruhi oleh kesediaan, kemauan dan aspirasi individu untuk berkembang.
Jadi penyelesaian tugas – tugas perkembangan dalam suatu periode atau tahap tertentu akan mempengaruhi penyelesaian tugas – tugas pada tahap berikutnya. Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah kematangan fisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai - nilai dan aspirasi individu. Pembagian tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan individu pada tahap perkembangan yaitu ada empat tahap besar perkembangan individu yaitu masa bayi dan kanak – kanak, masa anak, masa remaja, yang terbagi lagi atas dewasa muda, dewasa, dan usia lanjut.
Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya (Yusuf 1992:3). Tugas perkembangan adalah sesuatu tugas yang timbul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang.
Havighurst (1953), Mengemukakan bahwa perjalanan hidup seseorang ditandai oleh adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi. Secara garis besar Havighurst menengaskan bahwa tugas-tugas perkembangan yang dilakukan seseorang pada masa kehidupan tertentu adalah disesuaikan dengan norma-norma sosial serta norma-norma kebudayaan. Tugas-tugas perkembangan dituntut adanya korelasi antara potensi diri dan pendidikan yang diterima anak, serta norma-norma sosial budaya yang ada.
Perkembangan fisik pada siswa usia sekolah menengah ditandai dengan adanya perubahan bentuk, berat, dan tinggi badan. Selain hal itu, perkembangan fisik pada usia ini ditandai pula dengan munculnya ciri-ciri kelamin primer dan sekunder. Hormon testoterone dan estrogen juga turut mempengaruhi perkembangan fisik. Perkembangan intelektual siswa SLTP ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir formal operasional.
Selain itu, kemampuan mengingat dan memproses informasi cukup kuat berkembang pada usia ini Perkembangan pemikiran sosial dan moralitas nampak pada sikap berkurangnya egosentrisme. Siswa SLTP dan SMU juga telah mempunyai pemikiran politik dan keyakinan yang lebih rasional. Terdapat berbagai mazhab atau aliran dalam pendidikan yang membahas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Di antaranya adalah aliran nativisme, empirisme, dan konvergensi. Papalia dan Olds (1992:7-8) menyebutkan faktor internal dan eksternal yang telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Urie Bronfenbrenner menyatakan ada 4 tingkatan pengaruh lingkungan seperti, sistem mikro, meso dan exo yang membentuk pribadi anak.
Sedangkan pandangan konvensional menyatakan bahwa ada  3 faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan siswa SLTP dan SMU, yaitu pembawaan, lingkungan dan waktu. Inventori Tugas Perkembangan manusia sepanjang hidupnya selalu mengalami perkembangan.Perkembangan tersebut berlangsung dalam beberapa tahap yang saling berkaitan.Gangguan pada salah satu tahap dapat mengakibatkan terhambatnya perkembangan secara keseluruhan. Untuk mengidentifikasi masalah perkembangan, diperlukan pengukuran kuantitatif tentang tingkat-perkembangan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.
Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat perkembangan peserta didik adalah ITP (Inventori Tugas Perkembangan) yang dikembangkan oleh Sunaryo, dkk.Dengan alat ITP, Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) dapat memahami tingkat perkembangan individu maupun kelompok, mengidentifikasi masalah yang menghambat perkembangan dan membantu peserta didik yang bermasalah dalam menyelesaikan tugas perkembangannya.

B.     Mengklasifikasikan tugas – tugas perkembangan masa bayi dan kanak – kanak
Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya (Yusuf 1992:3). Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan erat dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama dan hal lainnya sebagai prasyarat untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidup
1.    Tugas Perkembangan
Ahli Erikson membagi fase menjadi 8 yaitu masa bayi, masa toddler, awal masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, awal masa remaja, masa remaja yang sejati, awal masa dewasa, dan kedewasaan dan masa tua. bawah ini dikemukakan rincian tugas perkembangan dari setiap fase menurut  Havighurst.
a.       Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-Kanak Awal (0,0–6.0)
1.    Belajar berjalan pada usia 9 – 15 bulan.
2.    Belajar memakan makan padat.
3.    Belajar berbicara.
4.    Belajar buang air kecil dan buang air besar.
5.    Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
6.    Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
7.    Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8.    Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.
9.    Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.
b.      Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir dan Anak Sekolah (6,0 - 12.0)
1.    Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
2.    Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.
3.    Belajar bergaul dengan teman sebaya.
4.    Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
5.    Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
6.    Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
7.    Mengembangkan kata hati.
8.    Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
9.    Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial..







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Suatu tugas perkembangan adalah suatu tugas yang timbul pada suatu periode tertentu dalam perkembangan seseorang. Tugas perkembangan merupakan petunjuk yang memungkinkan seseorang memahami apa yang di harapkan masyarakat dari padanya pada suatu umur tertentu. Bila gagal dalam mencapai tugas itu akan membawa ketidakbagiaan dan kekecewaan dalam masyarakat serta menemui kesulitan dalam tugas berikutnya.

B.     Saran
Penulis menyadari jika makalah ini masih jauh dari sempurna. Kesalahan ejaan, metodologi penulisan dan pemilihan kata serta cakupan masalah yang masih kurang adalah diantara kekurangan dalam makalah ini. Karena itu saran dan kritik membangun sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan makalah ini.













DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.
Mar’at, Samsunuwiyati. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suryabrata, Sumadi. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta : C. V. Rjawali.
Yusuf, Syamsu dan Nani M. Sugandhi. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rajawali Pers.
Yusuf Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.




 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver